Beberapa waktu terakhir ini, entah kenapa aku sering keinget masa-masa kecil di rumah. Bukan karena lagi mellow atau baper, tapi ada momen-momen kecil yang tiba-tiba muncul begitu aja. Kayak lagi kerja, terus keinget aroma dapur ibu. Atau pas lagi di jalan, tiba-tiba keinget suara angin sore di Bali waktu aku masih kecil.
Dan anehnya, kenangannya selalu ditemani satu hal yang sama: pie susu.
Iya, pie susu. Kue sederhana yang bentuknya gak neko-neko, tapi rasanya… bisa bikin hati kebawa pulang, meskipun tubuh lagi jauh dari Bali.
Awalnya aku mikir, kok bisa ya makanan sesederhana itu punya efek sekuat itu? Tapi makin kupikir-pikir lagi, mungkin jawabannya bukan ada di rasa manisnya, bukan juga di tekstur lembutnya. Tapi lebih ke apa yang ia bawa bersama rasa itu: ingatan, momen, rumah.
Itu juga yang akhirnya bikin aku makin yakin kenapa aku bangun brand Pie Susu Asli Enaaak. Karena dari dulu, pie susu bukan sekadar oleh-oleh khas Bali. Dia itu simbol pulang kampung versi kecil. Kenangan yang bisa dibawa dalam kotak karton.
Dulu waktu aku masih remaja, tiap ada keluarga yang mau balik ke perantauan, pasti mereka mampir beli pie susu. Kadang beli banyak banget sampai dua tangan penuh. Mereka bilang, buat temen-temen kantor, buat tetangga, buat saudara jauh. Tapi yang aku tau, sebenarnya itu bukan cuma buat dibagi-bagi. Itu buat ngingetin mereka sama rumah.
Dan sekarang, setelah dewasa, aku mulai ngerti. Ternyata memang ada hal-hal yang baru terasa nilainya setelah kita jauh.

Kayak rasa tradisional Bali yang gak pernah berubah dari dulu. Kayak aroma pie susu yang tiap kali keluar dari oven selalu sukses bikin aku menelan nostalgia. Dan kayak perasaan hangat setiap kali seseorang bilang, “Aduh, ini nih pie susu Bali yang asli. Rasanya bikin kangen Bali.”
Aku sering ketemu pelanggan—baik langsung maupun lewat pesan—yang cerita panjang. Katanya, mereka rindu Bali. Ada yang kangen pantainya, ada yang kangen suasananya, ada juga yang cuma bilang kangen makanannya. Tapi yang paling sering? Mereka bilang kangen pie susunya.
Lucu ya? Mungkin orang pikir yang bikin Bali istimewa itu pura, pantai, sunset. Tapi buat banyak orang, justru hal-hal sederhana yang menempel paling kuat di hati.
Dan dari situ aku makin sadar, bisnis ini bukan cuma soal jualan. Ini soal jembatan rasa. Soal menghadirkan kembali memori rumah buat orang-orang yang lagi jauh dari rumahnya. Soal memberi kenyamanan kecil di tengah hidup yang kadang terlalu berisik.
Ada satu cerita yang sampai sekarang masih aku inget.
Seorang perantau dari Makassar pesan Pie Susu Asli ENAAAK beberapa box. Setelah paket sampai, dia kirim pesan panjang. Isinya cuma bilang kalau dia makan pie susu itu sambil nangis karena keinget ibu dan masa kecilnya di Bali. Katanya, baru kali itu dia merasa pulang meskipun dia lagi duduk di kamar kos yang sempit.
Waktu aku baca, aku cuma bisa diem. Rasanya… campur aduk. Ada bangga, ada haru, ada rasa hangat yang nggak bisa digambarin. Di saat itu, aku makin yakin: pie susu bukan sekadar produk. Dia bagian dari hidup banyak orang.
Proses bikin Pie Susu Asli ENAAAK sendiri juga punya rasa yang khas. Sampe sekarang, aku masih pakai resep yang sama seperti dulu: kulit tipis, campuran susu yang lembut, manis yang pas, bukan yang bikin enek. Dan semuanya dibuat dengan cara tradisional, bukan asal banyak dan cepat. Karena dari awal aku percaya, rasa itu lahir dari ketelitian, bukan kejar produksi.
Dan jujur, aku suka prosesnya.
Lihat adonan yang mengembang, aroma mentega yang keluar pelan-pelan, tekstur custard yang mulai set saat dipanggang. Itu semua kayak ritual kecil yang bikin hati ikut hangat. Kayak rasa yang diwarisin dari generasi sebelumnya, dan tugas kita cuma mempertahankan, bukan mengubahnya sembarangan.
Sekarang, tiap kali ada pelanggan yang bilang, “Rasanya gak berubah ya,” aku selalu senyum. Karena itu memang tujuan utamanya. Di dunia yang makin cepat berubah, ada satu dua hal yang harus tetap sama. Dan buatku, rasa pie susu Bali yang autentik itu salah satunya.
Lagi pula, rasa tradisional itu bukan cuma soal bahan dan teknik. Ia soal cerita yang dibawa sejak dulu. Dan cerita itu harus dijaga, bukan diganti.
Jadi kalau kamu baca cerita ini dan kebetulan lagi jauh dari rumahmu, atau sekadar rindu Bali, atau cuma pengen menikmati rasa manis yang gak berlebihan… mungkin Pie Susu Asli ENAAAK bisa jadi teman kecil yang menemani kamu pulang lewat rasa.
Karena kadang, kita gak perlu benar-benar pulang untuk merasa pulang.
Cukup satu gigitan, dan semua kenangan itu datang sendiri.
Dan itulah kenapa rasa tradisional Bali tidak pernah lekang oleh waktu. Karena dia bukan sekadar rasa. Dia pengalaman. Dia cerita. Dia rumah.



