Beberapa waktu lalu gw sempet mikir sesuatu…
Kenapa ya setiap orang pulang dari Bali hampir selalu bawa oleh-oleh?
Padahal sekarang kan semuanya bisa dibeli online.
Makanan khas daerah lain juga bisa dipesan dari mana aja.
Tapi anehnya… kalau orang habis liburan ke Bali, rasanya tetap ada dorongan buat bawa sesuatu pulang.
Bukan sekadar barang.
Tapi sesuatu yang bisa “mengingatkan” suasana Bali itu sendiri.
Gw baru sadar setelah ngobrol santai sama beberapa teman yang sering bolak-balik Bali.
Ada yang bilang mereka selalu bawa pie susu.
Ada juga yang bilang mereka selalu beli kopi Bali.
Awalnya gw pikir itu cuma kebiasaan aja.
Tapi lama-lama gw mulai ngerti…
Ternyata dua hal ini punya satu kesamaan.
Dua-duanya sering menemani momen yang sama: ngopi santai.
Coba bayangin suasana pagi di Bali.
Udara masih adem.
Suara motor belum terlalu ramai.
Di meja ada secangkir kopi panas.
Di sampingnya ada pie susu yang baru dibuka dari kotaknya.
Kulitnya tipis dan renyah.
Isi susunya lembut dan manisnya pas.
Gigitan pertama biasanya langsung bikin orang berhenti sebentar.
Bukan karena rasanya terlalu manis.
Justru karena rasanya sederhana… tapi nagih.
Di momen seperti itu biasanya orang mulai sadar satu hal.
Kadang kebahagiaan kecil itu datang dari kombinasi yang simpel.
Kopi yang aromanya kuat.
Pie susu yang teksturnya lembut.
Dua-duanya saling melengkapi.
Kopi memberi rasa pahit yang hangat.

Pie susu memberi rasa manis yang menenangkan.
Mungkin itu juga alasan kenapa sekarang banyak orang mulai mencari paket oleh-oleh yang berhubungan dengan kopi.
Bukan cuma kopi bubuk atau biji kopi saja.
Tapi juga makanan yang cocok jadi teman ngopi.
Dan di Bali, salah satu pasangan yang paling sering dipilih tentu saja pie susu.
Bicara soal pie susu, sebenarnya makanan ini punya cerita yang cukup menarik.
Dulu pie susu dikenal sebagai camilan sederhana.
Bentuknya kecil.
Kulitnya tipis.
Isi susunya lembut.
Tapi justru kesederhanaan itu yang bikin banyak orang suka.
Karena rasanya mudah diterima siapa saja.
Anak-anak suka.
Orang dewasa juga suka.
Bahkan banyak wisatawan yang awalnya cuma coba satu kotak, akhirnya malah bawa pulang beberapa kotak sekaligus.
Di sisi lain, Bali juga punya kopi yang cukup terkenal.
Beberapa daerah seperti Kintamani sudah lama dikenal sebagai penghasil kopi dengan karakter rasa yang unik.
Aromanya segar.
Ada sedikit rasa fruity yang khas.
Dan aftertaste-nya biasanya bersih.
Makanya kopi Bali sering masuk kategori kopi specialty yang dicari pecinta kopi.
Nah dari situ sebenarnya mulai muncul ide sederhana.
Kalau pie susu sering jadi teman ngopi…
Dan kopi Bali juga jadi minuman favorit wisatawan…
Kenapa tidak dijadikan satu paket oleh-oleh?
Paket oleh-oleh ngopi Bali akhirnya mulai populer karena konsepnya terasa masuk akal.
Orang yang menerima oleh-oleh bukan cuma dapat camilan.
Mereka juga dapat pengalaman.
Pengalaman duduk santai, menyeduh kopi, lalu menikmati pie susu di sela-sela obrolan.
Kadang malah momen seperti ini jadi lebih berkesan daripada oleh-olehnya sendiri.
Gw pernah lihat sendiri kejadian kecil yang cukup menarik.
Seorang teman pulang dari Bali dan membawa satu kotak pie susu serta sebungkus kopi.
Awalnya cuma diletakkan di meja ruang tamu.
Beberapa menit kemudian, kopi mulai diseduh.
Pie susu mulai dibuka.
Dan tanpa sadar, semua orang yang ada di ruangan ikut duduk bersama.
Ngobrol ngalor-ngidul.
Ketawa.
Cerita tentang banyak hal.
Padahal awalnya cuma mau coba oleh-oleh.
Dari situ gw mulai sadar satu hal.
Kadang oleh-oleh terbaik bukan yang paling mahal.
Bukan juga yang paling mewah.
Tapi yang bisa menciptakan momen.
Pie susu punya kemampuan itu.
Sederhana, tapi selalu berhasil mencairkan suasana.
Pabrik Pie Susu Asli Enaaak Bali sendiri dibuat dengan konsep yang tetap mempertahankan rasa klasik yang orang cari.
Kulit pie dipanggang sampai renyah.
Isi susu dibuat lembut dengan rasa manis yang seimbang.
Tujuannya bukan membuat rasa yang terlalu rumit.
Justru menjaga rasa yang familiar.
Rasa yang langsung membuat orang ingat Bali.
Kalau dipadukan dengan kopi specialty Bali, kombinasi ini jadi terasa semakin lengkap.
Pahit kopi menyeimbangkan manis pie.
Aroma kopi memperkuat pengalaman menikmati camilan.
Dan tanpa sadar, orang yang menikmati kombinasi ini biasanya langsung berkata satu hal sederhana.
“Ini enak banget buat teman ngopi.”
Akhirnya gw ngerti kenapa paket oleh-oleh seperti ini makin dicari.
Karena orang sebenarnya tidak hanya membeli makanan.
Mereka membeli cerita kecil dari perjalanan mereka.
Cerita tentang pagi di Bali.
Cerita tentang duduk santai dengan secangkir kopi.
Dan cerita tentang pie susu yang dimakan perlahan sambil menikmati suasana.
Dan mungkin itu juga alasan kenapa pie susu selalu punya tempat khusus di hati banyak orang.
Bukan karena bentuknya.
Bukan juga karena tampilannya.
Tapi karena setiap gigitan sering membawa kembali satu kenangan sederhana dari Bali.
Kenangan tentang waktu yang berjalan lebih pelan.
Tentang kopi yang masih hangat.
Dan tentang obrolan santai yang rasanya sulit ditemukan di tempat lain.



