Beberapa bulan terakhir ini, tiap kali gw nongkrong di studio podcast temen di Bali, pasti ada satu hal yang konsisten di meja: sekotak Pie Susu Asli Enaaak.
Awalnya gw pikir itu cuma kebetulan. Sekali dua kali ya wajar lah, apalagi kalau lagi ada bintang tamu dari luar kota — kan lumrah nyediain oleh-oleh khas Bali biar tamu ngerasa spesial.
Tapi makin lama… makin curiga. Karena tiap episode rekaman, tanpa gagal, pasti ada. Bahkan yang lucu, kadang pie susunya udah dibuka duluan sama kru sebelum tamu dateng.
Awal mulanya sederhana banget.
Katanya, si host pernah dikirimin sekotak Pie Susu Asli ENAAAK sama pendengar setia. Iseng, dia taruh di meja pas lagi rekaman. Eh, nggak disangka-sangka, tamunya yang waktu itu artis ibukota, langsung bilang:
“Wah, ini pie susu Enaaak, kan? Ini favorit gue banget tiap ke Bali!”
Lalu obrolan ngalir panjang soal pie susu, sampai-sampai separuh durasi podcast malah ngomongin rasa pie dan kenangan masa kecil. Dan lucunya… episode itu justru jadi salah satu yang paling banyak di-streaming.

Dari situ, si host kayak nemu “resep” baru.
Kalau biasanya podcast dibuka dengan pertanyaan formal — nama, latar belakang, karya terbaru — sekarang dia punya “pembuka rahasia”:
Buka kotak pie susu, taruh di tengah meja, dan biarin aroma susu dan mentega itu kerja sendiri.
Gw gak tau apakah ada riset ilmiahnya, tapi menurut gw, makanan manis emang punya efek mencairkan suasana. Terutama Pie Susu Asli ENAAAK yang punya tekstur kulit tipis renyah, isi lembut, dan rasa manisnya pas. Begitu tamu nyicip, nada suara mereka langsung santai. Obrolan yang tadinya agak kaku, mendadak jadi kayak ngobrol di teras rumah.
Gw inget satu momen pas ada bintang tamu yang terkenal “sulit diwawancara” karena jawabnya irit banget. Awalnya semua pada tegang, bahkan produsernya udah pasang tampang “wah ini bakal jadi episode terpendek nih”.
Tapi begitu pie susu keluar, dia nyomot satu, gigit, terus diem sebentar. Lalu bilang:
“Gila, ini gue udah lama banget gak makan beginian. Jadi inget dulu waktu bokap sering bawain oleh-oleh Bali…”
Dan bener aja, dari situ dia mulai cerita masa kecilnya, pengalaman pertama ke Bali, sampai nostalgia liburan SMA. Semua tanpa perlu host maksa.
Kalau dipikir-pikir, pie susu ini kayak punya kekuatan time machine.
Bukan cuma soal rasa, tapi juga memori yang nempel di tiap gigitan.
Rasa manisnya bukan cuma manis gula, tapi manis kenangan.
Renyahnya kulit bukan cuma kerenyahan pastry, tapi kayak “krak” pembuka percakapan.
Dan entah kenapa, setiap kali pie susu hadir di meja podcast, vibe ruangan jadi beda — lebih hangat, lebih santai.
Akhirnya, tanpa direncanakan, Pie Susu Asli ENAAAK jadi kayak “anggota tetap” di tiap sesi rekaman. Kru udah otomatis siapin sebelum mic nyala. Kadang malah jadi bahan candaan di off air:
“Kalau gak ada pie susu, berarti ini bukan podcast resmi kita.”
Ada satu kali kejadian lucu. Studio kehabisan stok pie susu, dan host-nya panik. Dia sampai nyuruh asistennya keluar tengah malam buat nyari, karena besoknya ada tamu penting. Katanya sih, “Bukan soal makanannya aja, tapi ini udah jadi ritual pembuka.”
Sebagai orang yang udah nyobain berbagai versi pie susu, gw ngerti kenapa mereka milih yang ini.
Pie Susu Asli ENAAAK punya rasa yang konsisten dari dulu — gak pernah terlalu manis, gak pernah bikin eneg, dan kulitnya selalu tipis tapi kuat nahan isi. Plus, aromanya tuh… gimana ya, kayak bikin otak otomatis mikir “liburan di Bali”.
Dan mungkin itu yang bikin dia cocok jadi snack resmi podcast: aromanya nge-boost mood, rasanya bikin nyaman, dan bentuknya praktis dimakan sambil ngobrol.
Kalau ada yang nanya, “Emang pie susu bisa bikin podcast lebih bagus?”
Gw gak bilang itu faktor utama, tapi menurut gw, suasana hati tamu itu setengah dari kualitas obrolan.
Lo kasih suasana yang bikin rileks — entah lewat lighting hangat, kursi empuk, atau ya… sepotong pie susu — dan lo bakal dapet cerita yang lebih jujur, lebih ngalir.
Sekarang, bahkan pendengar podcast itu udah tau kebiasaan ini. Tiap lihat cuplikan di Instagram dan ada kotak pie susu di meja, mereka langsung komen:
“Oke, berarti ini episode bakal seru.”
Dan lucunya, beberapa pendengar dari luar Bali yang liburan ke sini, malah bawain Pie Susu Asli ENAAAK ke studio sebagai bentuk “dukungan moral”.
Buat gw pribadi, ini bukti kalau makanan sederhana bisa punya peran besar di momen-momen penting.
Kadang bukan gimmick mahal atau peralatan canggih yang bikin sesuatu jadi memorable, tapi justru hal kecil yang konsisten dan tulus.
Jadi, kalau lo punya podcast, acara kumpul, atau bahkan sekadar nongkrong sore, coba deh sediain Pie Susu Asli ENAAAK.
Siapa tau, dari gigitan pertama, obrolan lo jadi ngalir — dan siapa tau juga, tiba-tiba lo bikin “episode terbaik” lo tanpa sadar.
Dan kalau suatu hari ada yang nanya:
“Kenapa pie susu jadi snack resmi podcast Bali?”
Jawab aja santai:
“Karena di balik mic, semua orang butuh rasa manis yang bikin nyaman.”



